Perkuat Sinergi Keuangan Proyek, PertaMC dan Bank Maspion Tingkatkan Kapabilitas Trade & FX

22 April 2026

Jakarta, 22 April 2026 – Penguatan kapabilitas keuangan proyek menjadi fokus utama dalam Training & Sharing Session Product Trade & FX yang diselenggarakan PT Pertamina Maintenance & Construction (PertaMC) bersama PT Bank Maspion Indonesia Tbk. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan manajemen PertaMC dan Bank Maspion serta Perwira PertaMC, dengan tujuan meningkatkan pemahaman komprehensif terkait SKBDN, Bank Garansi, serta produk treasury dan foreign exchange (FX) guna mendukung pengelolaan transaksi yang lebih efektif dan terukur. 

Melalui forum ini, perusahaan mendorong penguatan literasi keuangan, optimalisasi instrumen pendukung proyek, serta peningkatan ketahanan terhadap risiko finansial sebagai bagian dari upaya menjaga kinerja bisnis yang sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

Direktur Utama PertaMC, Yardinal, menegaskan bahwa "Penguatan kompetensi di bidang keuangan menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan proyek. Kolaborasi dengan institusi perbankan merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap aktivitas bisnis didukung oleh skema pembiayaan dan mitigasi risiko yang tepat. Melalui kegiatan ini, kami mendorong peningkatan pemahaman yang aplikatif agar dapat diimplementasikan secara optimal dalam pengelolaan proyek,” ujarnya.

VP Finance PertaMC, Edward William Gultom, menyampaikan bahwa "Optimalisasi instrumen trade dan FX menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Pemanfaatan skema transaksi yang tepat mampu meningkatkan efisiensi arus kas sekaligus memberikan perlindungan terhadap volatilitas nilai tukar dan risiko transaksi. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menerapkan disiplin keuangan dan menjaga kinerja yang sehat,” jelasnya.

Corporate Secretary & Legal PertaMC, Tjahyo Nikho Indrawan, menambahkan bahwa "Kegiatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun sinergi yang memberikan nilai tambah. Kolaborasi dengan mitra strategis diharapkan mampu memperkuat kompetensi internal serta hubungan kelembagaan yang selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, guna mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” tutupnya.

Back to Articles

Other Article