Perkuat Komitmen HSSE dan Keandalan Proyek, PertaMC Gelar Grand Safety Talk dan Management Walkthrough di RDMP RU V Balikpapan

22 April 2026

Balikpapan, 22 April 2026 – PT Pertamina Maintenance and Construction (PertaMC) melaksanakan Grand Safety Talk (GST) dan Management Walk Through (MWT) pada Proyek RDMP RU V Balikpapan untuk memperkuat penerapan HSSE, menjaga kualitas pekerjaan, serta memastikan progres tetap sesuai rencana. Kegiatan ini juga menjadi media customer voice guna menyerap masukan dan menyelaraskan ekspektasi dengan pemberi kerja, yaitu PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, PT Kilang Pertamina Balikpapan dan PT Pertamina Patra Niaga R&P Project Infrastructure. Dalam rangkaian GST, perusahaan memberikan apresiasi kepada pekerja atas konsistensi penerapan HSSE sebagai bentuk penguatan budaya keselamatan. Agenda ini menegaskan komitmen PertaMC terhadap keselamatan kerja, kepatuhan standar, dan kinerja proyek yang andal dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama Yardinal menyampaikan apresiasi atas capaian zero incident pada Triwulan I 2026 di wilayah Balikpapan. Ia menekankan bahwa "Tingkat risiko pekerjaan menuntut disiplin dan kewaspadaan berkelanjutan. Pembelajaran dari insiden fatality sebelumnya harus memperkuat kontrol di lapangan. Implementasi HSSE Golden Rules yaitu Patuh, Intervensi, dan Peduli wajib dijalankan secara disiplin di seluruh proyek di area Balikpapan. Penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR) sebagai pengendalian utama pada pekerjaan berisiko tinggi, serta Stop Work Authority (SWA) sebagai kewenangan setiap pekerja untuk menghentikan pekerjaan tidak aman, menjadi kunci dalam menjaga keselamatan. Seluruh insan PertaMC harus memastikan setiap aktivitas dilakukan dalam kondisi aman dan terkendali,” ujar Yardinal.

Dalam rangka memastikan pelaksanaan proyek berjalan optimal, Direksi dan manajemen melakukan peninjauan langsung ke Project Oil Catcher O, Project Modification Tanki, Project Laboratorium, Project Tie-In Post Revamp, Project Jetty 123, Project Tanki T-900, Project CDU IV Concrete Slab & Saluran, serta Project Maintenance MA 5 RFCC. Kegiatan ini menegaskan kesesuaian antara perencanaan dan implementasi di lapangan, sekaligus mengidentifikasi potensi risiko serta memastikan kesiapan sumber daya dan metode kerja.

Melalui MWT, manajemen hadir secara langsung untuk memperkuat kontrol operasional, mendorong penyelesaian isu secara cepat dan tepat, serta memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi aspek HSSE, kualitas, dan jadwal yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kontribusi PertaMC dalam mendukung energi nasional dan Melayani Sepenuh Hati.

Corporate Secretary & Legal PertaMC Tjahyo Nikho Indrawan menyampaikan bahwa “Kegiatan ini mendorong peningkatan akuntabilitas sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan. Kehadiran manajemen di lapangan memberikan pemahaman menyeluruh terhadap dinamika pekerjaan, sehingga perusahaan dapat mengambil langkah yang tepat dan menjaga pelaksanaan proyek tetap sesuai standar,” tutup Nikho

Back to Articles

Other Article